PT Lambang Sejati
Home / Blog Detail

Blog Detail

Kini pekerja lepas bisa mengambil KPR, begini caranya

Oleh : Dewi Ayu | Tanggal 2020-10-27 06:52:36

realestate

Sebagaimana pengajuan kredit lainnya, KPR bagi karyawan kontrak atau freelancer juga membutuhkan persiapan yang sangat baik. Jangan sampai permohonan KPR tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh bank, hanya karena sejumlah kriteria pemohon tidak sesuai dengan kebijakan yang dimiliki oleh bank.

Berikut hal-hal yang harus dipersiapkan bagi pekerja lepas sebelum mengajukan KPR, seperti dikutip Cermati.

1. Pastikan riwayat kredit Anda bersih

Sistem Informasi Debitur (SID) yang dijalankan oleh Bank Indonesia, akan mencatat seluruh riwayat kredit para nasabah bank. Artinya, berbagai utang dan juga masalah perbankan pemohon selama ini akan dengan mudah dilihat melalui SID yang bersangkutan.

Jangan sepelekan hal ini, sebab berbagai urusan perbankan lainnya juga akan sangat dipengaruhi oleh hal ini. Sangat penting untuk selalu memastikan bahwa semua kewajiban atau utang yang dimiliki, selalu terlunasi dengan utuh dan tepat pada waktunya.

Dengan begitu, riwayat kredit akan selalu bersih dan jauh dari kredit macet atau bahkan masuk kategori blacklist. Sebelum mengajukan KPR, selalu pastikan bahwa riwayat kredit selama ini benar-benar bersih dan tidak bermasalah, sehingga proses pengajuan bisa berjalan baik dan lancar.

2. Rasio utang yang sesuai dan masuk akal

Meski riwayat kredit bersih, namun jika rasio utang terlalu besar, maka pengajuan KPR tersebut bisa saja ditolak oleh pihak bank.

Sebagaimana anjuran para ahli keuangan, rasio utang maksimal yang bisa ditanggung oleh seseorang adalah sebesar 30-40 persen dari total penghasilan tetapnya. Artinya, jika rasio utang melebihi angka tersebut, maka ini sangat berisiko, sebab besar kemungkinan kemampuan orang tersebut dalam membayar sejumlah utang yang baru adalah nol.

3. Harga rumah yang tepat dan sesuai kemampuan

Dalam mengajukan permohonan KPR, jangan memaksakan diri untuk mengambil sebuah rumah yang harganya jauh di luar kemampuan keuangan, sebab bank pasti akan menolak permohonan tersebut. Selalu pilih rumah yang tepat dan tidak terlalu mahal.

Artinya, jumlah penghasilan per bulan dapat membayar sejumlah cicilan rumah tersebut, tanpa menimbulkan sejumlah utang atau tunggakan.

Untuk mengetahui besaran kemampuan keuangan, lakukan simulasi awal dan juga sesuaikan dengan rasio utang yang dimiliki saat ini. KPR akan menjadi utang jangka panjang, jadi pertimbangkan besaran cicilan yang tepat dan masuk akal.

4. Uang muka yang memadai

Jumlah uang muka adalah salah satu pertimbangan bagi bank, karena itu sangat penting untuk memenuhinya dengan baik, bahkan lebih dari jumlah minimal yang mereka tetapkan.

Jika memiliki kemampuan untuk membayar uang muka dalam jumlah yang lebih besar, maka akan semakin baik. Hal ini akan membuat rasio utang menjadi berkurang, termasuk besaran utang bunga yang dikenakan pada KPR tersebut.